Archive for April, 2010
Tips Memegang Stick dan posisi kaki menginjak pedal
Cara memegang stick dan posisi kaki pada pedal :
Ada dua cara memegang stick:
1. Matched grip
2. Traditional grip
A. Closed hand/tangan tertutup dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku dan tangan cepat lelah, kecepatannya pun sangat terbatas.
B. Open hand/tangan terbuka dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan untuk menjepit stick, sedangkan ketiga jari lainnya seperti jari tengah, jari manis dan kelingking berperan untuk mendorong stick. Ketika stick yang didorong menyentuh drumhead, maka secara otomatis stick akan memantul kembali, gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya (ketiga jari mendorong stick itu kembali). Lakukan secara berulang-ulang, seperti mendribble bola basket saja.
Traditional grip
Perbedaan grip ini adalah pada tangan kiri, dimana stick dijepitkan di ibu jari dan ditaruh diantara jari tengah dan jari manis. Ibu jari yang berperan untuk mendorong stick. Sedangkan untuk tangan kanan cara memegangnya tidak ada perbedaan, seperti matched grip saja Traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang matched grip karena mengontrol tangan kiri jauh lebih rumit.
Awal dari Traditional grip
Traditional merupakan cara memegang stick yang pertama digunakan, dimulai dari tahun 1600. Sebenarnya traditional grip diperlukan untuk keperluan drummer marching band pada saat itu yang dimana mereka menaruh snare drum dengan cara mengikatnya (seperti tas) dan talinya dilingkarkan dibahu, sehingga posisi snare drum miring kearah kanan. Karena posisinya miring kearah kanan, maka tangan kiri memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya guna untuk meraih snare drum tersebut (tangan kiri seperti memegang pensil, tetapi stick ditaruh diantara 2 pasang jari dan dijepitkan di ibu jari).
Tahun 1840 drumset baru ditemukan (snare, bass dan tom-tom) dimana tiga drum dimainkan dengan satu orang. Karena traditional grip merupakan kebiasaan turun-temurun yang berawal dari marching, maka traditional grip digunakan juga pada drumset. Kemudian lagi-lagi kebiasaan ini berlanjut dengan akhirnya pada pertengahan tahun 1960, Ringo Starr (drummer The Beatles) mengambil langkah maju dengan memegang stick pada posisi yang sama (tangan kiri sama seperti tangan kanan), sehingga seperti orang yang memegang dua buah palu. Yang kemudian dinamakan matched grip. Ternyata dengan menggunakan matched grip maka dengan mudah pemain drum dapat mengeluarkan power/tenaga yang diinginkan dan juga pukulan pada tangan kirinya menjadi lebih akurat.
Dan akhirnya keduanya pun dapat digunakan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum, untuk lagu yang lembut dan memerlukan sentuhan, maka traditional griplah yang ‘berbicara’, sedangkan untuk memainkan groove/beat yang solid dan lagu yang lebih modern (rock), matched grip yang paling cocok.
Menginjak pedal
Cara menginjak pedal ada 2 macam yaitu:
1. Heel down (lihat gambar A)
2. Heel up (lihat gambar B)
Kedua posisi kaki tersebut dapat dilakukan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum. Jika kamu pemain jazz (swing, pop jazz) maka heel down merupakan pilihan yang tepat, tetapi jika kamu pemain rock atau fusion dan funk maka heel up diperlukan untuk menciptakan groove yang lebih solid karena kecepatan dan kekuatan kaki akan bertambah.
Heel down sangat mengandalkan pergelangan kaki untuk memukul. Jadi, kamu jangan berharap untuk medapatkan pukulan yang keras dengan posisi ini, hanya buang-buang tenaga saja.
Heel up menggunakan ujung kaki untuk menginjak pedal sehingga semua tenaga dapat dikerahkan. Untuk mendapatkan kecepatan yang lebih pada saat heel up, posisi kaki dimundurkan sehingga pada saat menginjak pedal (pada saat menginjak pedal kaki jangan ditahan tapi dilepas kembali), maka pedal akan kembali pada posisi semula karena ditarik oleh pegas dan anda tinggal menginjaknya lagi untuk memukul.
Mengenal Drum
Drum sebenarnya ada bermacam-macam. Ada yang namanya snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″, 14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″, 24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.
Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.
Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk). Cymbal terdiri atas 4 jenis yaitu:
- Hihat cymbal:
‘Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″. Ukuran standart 14″ - Ride cymbal:
Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″ - Crash cymbal:
Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″ sampai 22″ tergantung dari selera pemain. - Efek cymbal:
Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi ‘warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″ sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:
- Pedal:
Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum. - Hihat stand:
Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda. - Cymbal stand:
Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat. - Snare stand:
Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda. - Tom holder/tom stand:
Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.
Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :
cara bersihkan tom-tom (2)mengenal jenis jenis drum (2)Cara membersihkan drum kayu (1)tips mencari snare drum (1)tips memilih drumhead (1)tips membersihkan snare drum (1)tip membersihkan pedal drum (1)perbedaan drum kayu dengan yg lain (1)merawat snare (1)cara membersihkan drum head (1)10 Tips penting Bermain Drum
-
- Selalu menggunakan EAR PLUG (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil. Sekarang banyak pemain drum yang telah mengidap penyakit tinnitus (kuping mendengung) dan sampai sekarang obatnya masih belum ada. Sayangilah pendengaran anda.
- Biasakan menggunakan METRONOME setiap kali berlatih sehingga tempo anda senantiasa stabil.
- Bermainlah dengan RILEKS, jangan tegang dan jangan membuang-buang tenaga, tidak ada gunanya.
- Selalu menyiapkan STICK sendiri lebih dari satu pasang jika ingin tampil.
- Jangan terlalu CEPAT PUAS dengan ilmu yang telah anda dapat. Cobalah menambah ilmu lagi dengan cara belajar dari guru drum yang berbeda atau dari teman anda yang lebih berpengalaman.
- Jangan terlalu FANATIK pada satu atau dua aliran lagu saja, hal inilah yang dapat menghambat kreatifitas pemain dan membuat permainan anda menjadi monoton dan membosankan. Cobalah berbagai macam aliran musik dan usahakan anda dapat memainkan seluruh aliran musik yang ada.
- Dalam permainan drum harus melibatkan FEEL atau dengan kata lain harus benar2 dirasakan, jangan asal pukul dan jangan pernah berpikiran bahwa semakin keras pukulan semakin bagus. Itu salah! Dan juga jangan berpikir bahwa semakin cepat anda bermain semakin hebat. Tidak juga, kekerasan dan kecepatan tidak ada sangkut pautnya dengan musikalitas.
- Selalu berlatih dari TEMPO yang lambat dan jika sudah sangat terbiasa, tingkatkan temponya perlahan-lahan. Anda harus belajar berjalan dulu baru bisa lari.
- DENGARKAN pada musisi lainnya, jangan hanya terfokus pada diri sendiri, dengarkan yang lain.
- Jadilah pemain drum yang KREATIF, beri variasi pada setiap permainan drum yang anda dapat. Karena drum masih merupakan sesuatu yang ‘baru’, masih banyak variasi baru yang bisa anda dapatkan.
Note: Untuk EAR PLUG anda dapat membelinya di apotik yang besar atau di toko yang menjual perlengakapan militer. Untuk metronome disetiap toko musi pasti ada, dan carilah yang digital.
Sumber : Klinikdrum.com
Tips Latihan Drum
Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan oleh loe yang baru mulai belajar drum. Buat yang udah jago… ga ada ruginya juga baca tips berikut untuk ingat-ingat dasar bermain drum yang siapa tahu udah terlupakan.
Yang pertama tentu saja adalah postur. Selalu duduk dengan punggung yang tegak saat bermain drum. Jangan pernah bungkuk. Ini sebenarnya kaitannya dengan kesehatanmu. Jangan sampai karena bermain drum, punggungmu jadi bungkuk permanen. Duduk lah dengan tegak.
Gak percaya? Cobalah berlatih di depan cermin. Kamu akan bisa melihat penampilanmu akan lebih bagus jika duduk tegak. Selain itu, dengan berlatih di depan cermin kamu juga bisa melihat permainanmu secara keseluruhan. Kamu bisa melihat apakah pegangan stickmu sudah bagus atau belum.
Setelah yakin kamu udah tampil oke, mulailah melatih stroke. Cobalah buat stroke pada snare drum yang menimbulkan suara yang sama dengan menggunakan kedua tangan. Cobalah memegang stick dengan posisi V-shape, 17-30 cm tepat di atas tengah-tengah snare. Stick harus turun memukul snare dari posisi setinggi ini dan dengan satu gerakan, setelah mengetuk snare, stick langsung kembali ke posisi awal.
Untuk mendukung latihan drum kamu, gunakan metronome untuk bisa berlatih menjaga tempo. Anggaplah motronome ini sebagai band kamu. Metronome bisa membantumu menjaga beat dengan rapi, tapi ingat bahwa ini adalah hanyalah alat bantu. Sukses atau tidaknya tergantung kamu sendiri.
Setelah itu cobalah gunakan lagu untuk mengaplikasikan apa yang telah kamu pelajari. Cobalah sesuaikan ketukan drummu sesuai suara drum dalam lagu tersebut. Kemungkinan ada beberapa bagian yang terlalu sulit. Jangan pernah melengkapinya. Jika ada bagian lagu yang tidak bisa kamu ikuti, coba ulang-ulang terus sampai bisa. Setelah bisa menyamainya, baru lanjut ke bagian lagu yang berikutnya.
Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :
latihan dasar drum (14)latihan drum (12)tips latihan gitar elektrik (9)menjaga tempo drum (5)teknik latihan drum (5)latihan drummer (4)tips latihan drum (4)berlatih drum (3)latihan stick trick drum (3)stick trick drum (3)7 Tips Bermain Drum
Drum adalah salah satu alat musik pelengkap dalam permainan musik anak muda zaman sekarang. Drum juga jadi salah satu alat musik yang asyik bila dimainkan terutama bila Cara Bermain Drum nya sudah betul. Gak asik banget kan kalau cuman bisa asal pukul dan gak tahu ritme atau iramanya.
Nah untuk itu saya akan membagikan beberapa Tips Bermain Drum atau tepatnya 7 Tips Bermain Drum.
Ingat dengan mempraktekkan Tips Bermain Drum ini belum tentu kita akan sejago Drummer Dunia
Yuk di simak aja
Tips Bermain Drum.
1. Selalu menggunakan Ear Plug yang bentuknya seperti Headset itu loh untuk meredam kekerasan ataupun efek suara Drum.
2. Gunakan Metronome agar tempo stabil dan tidak lari kemana-mana.
3. Memegang stik dengan santai dan rileks agar tidak tegang dan kaku.
4. Bawa selalu Stik Drum cadangan, agar segera dapat di amankan pada waktu terjadi tragedi kecil seperti stik patah ataupun terlempar.
5. Kreasi aliran lagu agar ritme tidak monoton, misal dengan menggabungkan variasi jazz dan klasik.
6. Menggunakan feel saat mengetuk drum set, agar bunyi nya pas gitu.
7. Selalu tempatkan latihan pemukulan drum.
Nah itu sedikit Tips Bermain Drum dari saya, semoga anda suka dan berminat menjadi seorang drummer.